TheMagic Library - Oleh: Jostein Gaarder - Pembaca yang baik, Buku di tangan Anda ini benar-benar unik. Susah menggambarkan isinya. Tapi, kira-kira seperti ini: Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka.
BukuThe Magic Library karya Jostein Gaarder. Pembaca yang baik,Buku di tangan Anda ini benar-benar unik. Susah menggambarkan isinya. Tapi, kira-kira seperti ini:Dua saudara sepupu, Berit dan Nils Goodreads Review The Magic Library. ABOUT AUTHOR. Jostein Gaarder adalah cendekiawan Norwegia dan penulis dari beberapa novel, cerita pendek dan
ReviewBuku The Midnight Library. Merasa tidak ada yang baik dalam hidupnya, malam itu dia menuliskan pesan terakhirnya di laman Facebook sebelum memutuskan bunuh diri. Di luar dugaan Nora, kematian tidak langsung membawanya ke surga maupun neraka. Kini, Nora berada di tempat persinggahan antara kematian dan kehidupan.
ReviewBuku The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibbi from mariviu.com. Akan tetapi, hal itu berhasil dikemas ke dalam bentuk yang berbeda dalam buku dunia sophie karya seorang penulis novel dan literatur anak asal norwegia bernama jostein gaarder. Jejak pena oemy ikbar january 07, 2022 36. The magic is the latest book by rhonda bryne which is
SinopsisNovel The Magic Library. The Magic Library. The Magic Library mengisahkan dua remaja sepupu berusia 12-14 tahun bernama Nils Boyum dan Berit Boyum. Nils menetap di Oslo, sementara Berit tinggal di Fjaerland. Meskipun keduanya menetap di kawasan Norwegia, tetapi domisili mereka terbilang jauh, kurang lebih ratusan kilometer.
BUKU/ The Magic Library; The Magic Library. The Magic Library. Rp. 69.000,00. Qty Available: 4. Daftar Isi : Qty: Add to Cart. OR. Add to Wishlist Shelf: No: SKU: 9789794339244: Reviews. Be the first to review this product. Product Tags. Add Your Tags: Add Tags. Use spaces to separate tags. Use single quotes (') for phrases. Newsletter
F1zDN7N. Pendahuluan Kali ini Arif Keisuke akan membahas artikel mengenai resensi buku perpustakaan ajaib bibbi bokken karya jostein gaarder. Bagi pecinta novel Gaarder, tentu buku perpustakaan ajaib alias the magic library ini wajib kamu baca dan memenuhi koleksi tumpukan bukumu. Karena seperti buku atau novel lainnya, dalam buku perpustakaan ajaib ini juga, kamu akan dibawa untuk berpikir untuk menemukan sebuah kebenaran suatu perkara. So, kamu perlu banget baca dulu resensi buku perpustakaan ajaib bibbi bokken dulu di sini. Baca juga Nestapa, Khianat dan Genderang Jihad di Abad Pertengahan – Resensi Ain Jalut; Melawan Mitos Hulagu Kamu juga akan diajak berkenalan dengan tempat-tempat di Norwegia, bagaimana karakteristik orang Norwegia dan sebuah keadaan tentang bagaimana pekembangan dunia sastra atau tepatnya mengenai perbukuan. Yakin deh, buku perpustakaan ajaib bibbi bokken bagus banget menjadi buku misteri yang ringan untuk kamu baca. Yuk langsung saja baca artikel dengan judul lengkapnya Misteri Sebuah Buku Bibbi Bokken dan Kisah Misteri – Resensi Buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Karya Jostein Gaarder sampai tuntas! Misteri Sebuah Buku Bibbi Bokken dan Kisah Misteri – Resensi Buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Karya Jostein Gaarder Informasi Buku Cover Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Lama – Arif Keisuke Judul Buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Indonesia, The Magic Library Inggris, Bibbi Bokkens Magishce Bibbliothek Norwegia Penulis Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup, Ridwana Saleh Alih Bahasa Genre Fiksi, Misteri Bahasa Indonesia Penerbit PT Mizan Pustaka Kota Terbit Bandung Tahun 2016 edisi ke-tiga Halaman 282 ISBN 978-979-433-927-5 Biografi Tokoh Membiasakan diri untuk berpikir – Source Pexels Jostein Gaarder adalah seorang penulis asal Norwegia. Ia lahir pada 8 Agustus 1952 65 tahun. Gaarder sering menulis novel yang bergenrekan literatur anak, fiksi, dan cerita pendek. Gaarder dikenal karena menulis buku fenomenalnya yaitu Sofies Verden atau Dunia Sophie tahun 1991. Buku ini telah diterbitkan dalam 60 bahasa di dunia. Ciri khas novelnya yaitu cerita yang ringan namun penuh makna untuk direnungkan. Baca juga Mengenal Perbandingan Mazhab dan Islam yang Luwes dari Australia – Resensi Kiai Ujang di Negeri Kanguru Karya Nadirsyah Hosen Latar belakang pendidikan Gaarder adalah di Oslo Cathedral School dan The University of Oslo dengan mengambil jurusan bahasa Skandinavia dan Teologi. Jostein Gaarder merupakan aktivis lingkungan, dia terlibat dalam promosi dari pembangunan berkelanjutan untuk setidaknya dua dekade. Dia berkontribusi lebih dari $ million untuk isu lingkungan. Disamping itu, Gaarder aktif secara politik terutama pada nasib pengungsi Palestina, dan semangat mengkritik pendudukan Israel atas Palestina. Ulasan Buku dan Petikan Pesannya Mari membaca buku terus yuk. Source Dalam buku ini menceritakan kisah dua orang saudara berusia 12-14 tahun yaitu Berit Boyum dan Nils Boyum. Dua saudara tersebut berusaha menjadi seorang detektif untuk memecahkan misteri yang menyangkut dalam hidup mereka. Kisah ini diawali dengan sebuah liburan panas dimana mereka menuliskan sebuah puisi dalam buku tamu di Pondok Flatbre. Kemudian mereka disarankan untuk membuat surat dalam sebuah buku. Buku tersebut harus diserahterimakan lewat pos antara Oslo dan Fjaerland. Dalam buku-surat itu, mereka mengungkapkan beragama hal, namun akhirnya berfokus menjadi seorang detektif cilik. Mereka berusaha memecahkan misteri siapa itu Bibbi Bokken dan sindikat apa yang ada di dalamnya. Nils terutama bertemu dengan Bibbi ketika di toko buku dan digambarkan seperti orang pecinta coklat yang kegirangan sekali melihat coklat, namun ini terhadap buku. Baca juga Melatih Untuk Mengurangi Emosi dan Pikiran Negatif Secara Praktis – Resensi Buku Filosofi Teras Kemudian Berit menemukan fakta lain yang berkaitan dengan itu bahwa Bibbi Bokken merupakan arti dari kata pustakawan atau juga orang yang mencintai buku. Buku termasuk incunabula. Sejalan dengan itu, fakta lainnya bahwa Bibbi Bokken tinggal di daerah yang sama dengannya, di Fjaerland. Misteri ini terus berlanjut seiring mereka menemukan fakta dan keterkaitan yang baru. Cerita semakin menarik ketika banyak pihak yang terlibat seperti guru sekolah Nils, terutama istirnya, merupakan teman lama dari Bibbi Bokken. Selain itu, ketika Ibu Nils mendapatkan hadiah liburan ke Roma seperti sudah direncanakan oleh Bibbi Bokken. Karena setiba di Roma Nils langsung mendapatkan surat dari Bibbi Bokken yang tergeletak di hotelnya, dan menyuruhnya menemui seseoang. Keadaan di Norwegia – Source Mereka mengira apakah sedang diawasi, atau menjadi pion dari beberapa orang ini. Termasuk “Smiley” yang selalu mengikuti Nils, terutama ketika pertemuan dengan Istri dari gurunya di sebuah kafe. Sampai buku surat yang mereka buat itu diambang bahaya, bahkan akan hilang selamanya. Dan fakta terkahir yaitu Bibbi Bokken memiliki perpustakaan ajaib. Bibbi Bokken juga mengetahui buku yang akan terbit pada tahun depan sebagai perayaan di Norwegia. Siapakah Bibbi Bokken? Baca saja ya hehe. Baca juga Memahami Cara Berpikir dan Mengambil Keputusan dalam Otak – Resensi Buku Thinking Fast and Slow Dari buku ini memang kamu bisa mendapatkan petikan pesan bahwa buku merupakan suatu jalan untuk membagi pengetahuan. Membagi pengetahuan, pengalaman, atau juga sebuah inspirasi baik dengan oang yang berada jauh ribuan mil di ujung sana atau dengan orang lintas generasi sekalipun. Menjadi orang yang gemar membaca merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang, tentunya demi meningkatkan kualitas diri dan saling berbagi ilmu. Dalam buku ini ditulis ada sebuah megaproyek perpustakaan yang menampung seluru buku bacaan, majalah bahkan koleksi video yang berputar di Norwegia di suatu tempat. Tujuannya untuk berbagi dengan masa depan. Kelebihan dari buku ini yaitu memang membuat pembaca menjadi ikut memikirkan misteri yang diangkat oleh sang penulis, juga bahasa yang digunakan yaitu sangat ringan karena diilustrasikan yang menulis adalah anak kecil. Link Download dan Baca Buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Bagi kamu yang ingin membaca atau mengunduh buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken PDF, kamu bisa membaca dan meminjamnya secara resmi di aplikasi Ipusnas. Aplikasi itu bisa diunduh baik via android, iphone atau desktop. Buku Jostein Gaarder yang lain juga ada di sana loh. Apabila ingin memiliki pdfnya bisa beli via playstore di sini[Play Book Josten Gaarder] dengan harga Rp. Baca juga Belajar Tidak Menyerah dalam Menggapai Takdir – Resensi Alchemist Oleh Paulo Coelho Namun jika kamu tidak suka membaca buku dari media elekrtonik, kamu bisa memblinya di toko buku kesayangan kamu atau di toko online. Harga yang ditawarkan untuk buku aslinya yaitu sekitar Rp. – Rp. Yuk biasakan membeli buku resmi atau membaca dari kanal resminya untuk mendukung penulis, penerbit dan pihak lain yang terlibat tetap produktif! Buku Lain Karya Jostein Gaarder Sofies Verden Dunia Sophie – 1991 – edisi terbaruDunia Anna – 2014Appelsinpiken Gadis Jeruk – 2014Maya – 1999Misteri Soliter – 1990The Puppeteer – 2016The Castle in the Pyreness – 2018 Daftar Pustaka Gaarder, J., 2016, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, Bandung Mizan Pustaka. Penutup Menggapai indahnya hidup dengan membaca. Source Oke untuk resensi buku perpustakaan ajaib bibbi bokken hanya cukup sampai di sini saja ya. Semoga kamu dan saya bisa mendapatkan apa yang ingin disampaikan penulis melalui bukunya ini. Yuk membiasakan baca buku untuk menambah wawasannya. Jangan lupa baca artikel menarik lainnya di sini ya, dan kalau merasa mendapatkan sesuatu bisa dibagikan ke teman kamu. Terima kasih. Bagi kamu yang memiliki kritik atau saran yang sifatnya membangun blog ini dan mungkin juga ingin mengirimkan artikel atau karyanya untuk dipublikasikan di website ini, kamu bisa mengirimkannya ke alamt e-mail berikut ini Aripviker Kata kunci resensi buku perpustakaan ajaib bibbi bokken, download perpustakaan ajaib bibbi bokken, perpustakaan ajaib bibbi bokken pdf, review buku perpustakaan ajaib bibbi bokken.
The Magic LibraryHaiiii…. Kali ini aku akan mereview buku yang berjudul The Magic Library, buku ini aku beli di marketplace. Aku tertarik membaca buku ini karena judul dan sinopsis-nya D. Jadiii buku ini bercerita tentang dua saudara sepupu bernama Berit dan Nils, mereka tinggal di kota yang berbeda namun mereka ingin selalu berkomunikasi. Dan akhirnya mereka membeli sebuah buku tulis untuk dijadikan buku surat buku surat adalah kegiatan surat menyurat yang ditulis di dalam buku agar surat yang dikirim dan surat yang dibalas tidak terpisah. Berit dan Nils pun menceritakan kejadian sehari-hari yang mereka alami baik di sekolah maupun di rumah. Tiba-tiba mereka mulai menulis surat tentang tetangga Berit bernama Bibbi Bokken yang diduga mempunyai perpustakaan ajaib di dalam rumahnya. Seketika Berit dan Nils mulai meyelidiki tentang Bibbi Bokken layaknya buku The Magic Library-Perpustakaan Bibbi Bokken Penulis Jostein Gaarder & Klaus Hagerup Penerbit Mizan Penerjemah Ridwana Saleh Halaman 282 Asal negara NorwegiaMenurutku ilustrasi cover buku ini sangat menarik dan membuat orang penasaran ingin membacanya covernya soft cover ya! Jadi kalian harus menjaganya baik-baik agar tidak mudah rusak. Oh iya ukuran bukunya juga tidak terlalu besar dan tebal sehingga sangat pas untuk di bawa kemana-mana. Warna kertasnya kuning sehingga nyaman untuk di baca lama. Buku novel ini sama sekali tidak ada ilustrasinya hanya terdapat ilustrasi pada covernya saja dan itu membuat kita berimajinasi lebih jauh! Sangat seru lho membayangkan kejadian-kejadian menegangkan di dalam buku ini hihi… Buku ini sangat-sangat seru!!! Karena alurnya membuat kita berpikir lebih jauh dari biasanya.. benar-benar luar biasa. Di tambah kejadian-kejadian ceroboh yang sangat memalukan .. aduhhh >.< tidak perlu khawatir karena isinya di penuhi basa-basi ringan seperti percakapan kita sehari-hari. Endingnya pasti sangat tak terduga! Ohya bagian yang paling kusuka adalah saat Berit diam-diam memasuki rumah bibbi Bokken yang tidak terkunci, iya melompat dan mencari-cari buku di rumah itu tetapi ia tak menemukan satu buku pun. Saat ia ingin melarikan diri ia sudah mendengar suara kenop pintu dan pintu pun terbuka…Aku sangat suka bagian itu karena menegangkan sampai aku terbawa suasana hehe..Tokoh favoritku di buku ini adalah Berit karena ia selalu berhati-hati dan sangat teliti, sehingga banyak kejadian yang menegangkan dapat terselamatkan oleh tindakan Berit. Pelajaran yang dapat aku ambil setelah membaca buku ini adalah kita harus selalu berpikir positif dan yakin dengan diri sendiri dalam menentukan pilihan atau keputusan . Di buku ini juga banyak ilmu baru yang bisa di ambil lho.. seperti banyak tahu kosakata baru tentang istilah perpustakaan. Contohnya seperti kata Incunnabulla yang artinya adalah buku yang sangat-sangat tua! dan masih banyak lagi kosakata merekomendasikan buku ini untuk kalian yang suka cerita petualangan, penyelidikan, teka-teki hingga alur cerita yang tidak dapat ditebak. Buku ini seru kalian tidak akan menyesal telah membacanya. Menurutku buku ini cocok untuk usia 12 tahun keatas karena tingkat pemahamannya lumayan berat untuk aku yang berusia 11 tahun. Aku pun perlu waktu satu bulan untuk membaca buku ini karena ada paragraph yang harus di ulang-ulang bacanya supaya paham. Terima kasih sudah membaca review-ku kali ini!! Semoga bermanfaat dan tunggu review buku selanjutnya ya~ byeeeee!
Resensi Novel The Magic Library Jostein Gaarder Misteri Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken – The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken merupakan salah satu karya seorang penulis novel dan literasi anak asal Norwegia, Jostein Gaarder. Bersama Klaus Hagerup–penulis bacaan anak dan remaja–keduanya sukses memberikan penggambaran akan keindahan dan keistimewaan dunia perbukuan melalui cerita yang mereka tuang dalam novel The Magic Library ini. Novel dengan tebal 284 halaman ini adalah terjemahan dari judul aslinya, yaitu Bibbi Bokkens Magische Bibliothek yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1993. Melalui karyanya ini, penulis mencoba untuk mengajak pembaca berjelajah bersama kedua tokoh di novel ini, yakni Berit dan Nils dalam mengangkat rahasia perpustakaan ajaib’ milik Bibbi Bokken ini. Dalam novel ini banyak pula wawasan akan segala hal yang berkaitan dengan literasi dan perpustakaan, seperti halnya sistem pengelompokan di perpustakaan, asal mula mesin percetakan, perpustakaan unik dan menarik di negera Norwegia, serta yang lainnya. Seperti yang sudah diketahui bahwa novel ini memang sudah dituliskan sejak lama oleh kedua penulis. Oleh karena itu, dapat dipahami mengapa dalam novel ini Nils dan Berit kerap menggunakan media surat-menyurat atau yang mereka sebut dengan Buku Surat’ sebagai metode atau cara berkomunikasi antarmereka yang memiliki keterbatasan jarak. Dengan demikian, cerita di novel ini patut menjadi kisah klasik yang tidak akan termakan oleh waktu. Menariknya, novel ini terbagi menjadi dua bagian atau bab. Pada bagian pertama, diberi tajuk “Buku-Surat”, sementara di bagian kedua berjudul “Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken” yang berisikan pemecahan misteri dan teka-teki akan perpustakaan ajaib tersebut. Kemudian, Gaarder dan Hagerup menarik pembaca agar dapat berkhayal tanpa batas ruang guna meningkatkan rasa keingintahuan akan cerita dalam novel. Lantas, siapakah Bibbi Bokken itu dan apa keistimewaan dari perpustakaan ajaib’ yang dimilikinya? Sinopsis Novel The Magic LibraryHal yang Menarik dari Novel The Magic LibraryHal yang Kurang dari Novel The Magic LibraryKesimpulan Resensi Novel The Magic LibraryBuku Best Seller NovelArtikel Terkait Rekomendasi Novel Sinopsis Novel The Magic Library The Magic Library The Magic Library mengisahkan dua remaja sepupu berusia 12-14 tahun bernama Nils Boyum dan Berit Boyum. Nils menetap di Oslo, sementara Berit tinggal di Fjaerland. Meskipun keduanya menetap di kawasan Norwegia, tetapi domisili mereka terbilang jauh, kurang lebih ratusan kilometer. Sesudah mereka melakukan pertemuan terakhir di liburan musim panas, keduanya sepakat dan memutuskan untuk tetap menjalin komunikasi melalui surat-menyurat yang mereka sebut dengan istilah buku-surat’. Buku-Surat tersebut berisikan kumpulan surat yang mereka lakukan setiap kali berkomunikasi antara satu sama lain, kemudian dijadikan dalam sebuah buku. Namun, ternyata ada seseorang yang tertarik akan buku-surat yang dimiliki oleh Nils dan Berit, nama orang tersebut adalah Bibbi Bokken. Mengapa Bibbi Bokken bisa tertarik dengan buku-surat tersebut? Hal itu karena di dalam surat tersebut membahas terkait Bibbi Bokken beserta Perpustakaan Ajaib miliknya. Awalnya, dalam buku-surat itu, Nils dan Berit menuangkan berbagai macam hal, tetapi mereka justru berfokus menjadi seorang detektif cilik yang mana sedang berusaha memecahkan teka-teki terkait siapa sesungguhnya Bibbi Bokken dan organisasi atau kongsi apa yang ada di di dalamnya. Bibbi Bokken dengan kawanannya mempunyai suatu rencana atau misi rahasia terhadap buku-surat yang dimiliki Nils dan Berit. Secara diam-diam, Nils dan Berit menjadi seorang ala-ala detektif guna melakukan penyelidikan pada Bibbi Bokken. Berit yang kawasan kediamannya sama dengan BibbI Bokken, tepatnya di Fjaerland, mempunyai tugas dan pekerjaan yang cenderung berat sebab ia harus berjumpa secara langsung dengan Bibbi Bokken. Sementara Nils yang kediamannya berada di Oslo, tengah dimata-matai oleh beberapa orang yang diduga sebagai suruhannya Bibbi Bokken. Semakin lama, penyelidikan terhadap Bibbi Bokken semakin menantang dan menari, Nils dan Berit mendapati clue yang menyatakan bahwa Bibbi Bokken merupakan seorang bibliografer. Misteri terkait penyelidikan Bibbi Bokken semakin berlanjut saat Nils dan Berit mendapati fakta dan keterkaitan yang baru. Tak hanya itu, cerita dalam novel ini semakin menarik saat banyak pihak yang terlibat, seperti halnya pengajar dari sekolah Nils, terlebih istrinya yang merupakan kawan lama dari Bibbi Bokken. Tidak sampai di situ saja, saat ibunya Nils memperoleh hadiah liburan ke Roma, seperti sudah dikonsepkan oleh Bibbi Bokken. Hal itu karena sesampainya di Roma, Nils pun memperoleh surat dari Bibbi Bokken yang tergeletak di penginapan hotelnya, kemudian memerintahkan untuk menemui seseorang. Bahkan, Meskipun Nils sedang berada di Roma sekalipun, tetapi tetap ada saja suruhan’ dari Bibbi Bokken yang berada di sekeliling Nils, terlebih Smiley’ yang kerap kali menguntit Nils saat melakukan pertemuan dengan istri dari gurunya di sebuah cafe. Berit yang berada di Fjaerland pun menyusup ke dalam rumah Bibbi Bokken sebab Berit mengetahui bahwa Bibbi Bokken kerap kali menerima buku. Akan tetapi, unik dan anehnya adalah ketika Berit sedang berada di rumah Bibbi Bokken, dirinya tak menemukan dan mendapati satu buku pun. Malahan, ketika itu, Berit justru hampir ketahuan oleh Bibbi Bokken, tetapi untung saja Berit dengan segera keluar dari kediaman Bibbi Bokken dan berhasil. Kemudian, setelah pulang dari Roma, Nils melakukan pertemuan dengan Berit di Fjaerland. Berit yang melihat Nils tidak membawa buku-surat milik mereka, menyuruh Nils untuk segera mengambilnya. Ketika kembali menemui Berit, Nils marah dengan semua yang terjadi. Sampai akhirnya, Nils dan Berit melakukan kesepakatan untuk mendatangi Bibbi Bokken secara langsung. Ketika berada di kediaman Bibbi Bokken, Nils dan Berit terkejut dengan apa yang mereka lihat, kemudian Bibbi Bokken memberi tahu dan menjelaskan semuanya pada mereka. Lantas, Apa yang sebenarnya mereka lihat saat di kediaman Bibbi Bokken? Apa yang Bibbi Bokken ceritakan kepada Nils dan Berit? Apakah itu merupakan sebuah pertanda bahwa mereka telah berhasil memecahkan misteri terkait Bibbi Bokken? Siapakah sebenarnya Bibbi Bokken itu? Untuk mengetahui kisah selengkapnya, ikuti kisah Nils dan Berit dalam memecahkan misteri Bibbi Bokken tentu dengan membaca novel The Magic Library. Cecilia and the Angel Malam Natal tahun ini sungguh menyedihkan bagi Cecilia. Dia sakit keras dan mungkin tak akan pernah sembuh. Cecilia marah dan menganggap Tuhan tak adil. Namun, terjadi keajaiban. Seorang malaikat–Ariel namanya–mengunjungi Cecilia. Mereka berdua kemudian membuat perjanjian. Cecilia harus memberitahukan seperti apa rasanya menjadi manusia dan Malaikat Ariel akan memberitahunya seperti apa surga itu. Buku ini memenangi Norwegian Bookseller Prize dan diadaptasi ke dalam film yang juga memenangi Amanda Award, anugerah tertinggi perfilman Norwegia pada tahun 2009. Hal yang Menarik dari Novel The Magic Library Melalui novel The Magic Library, pembaca memperoleh pesan bahwa buku adalah suatu jalan untuk memberikan pengetahuan. Membagi ilmu, pengalaman, ataupun secercah inspirasi, baik itu dengan seseorang yang berada jauh ratusan hingga ribuan mil di sana maupun dengan seseorang yang lintas generasi. Memiliki hobi atau gemar terhadap membaca buku adalah suatu keharusan bagi setiap orang karena dengan demikian justru mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri sehingga dapat saling berbagi pengetahuan juga ilmu. Dalam novel The Magic Library ini, dituliskan bahwa terdapat sebuah proyek besar perpustakaan yang memuat seluruh buku bacaan, majalah, termasuk koleksi video yang berputar di Norwegia di suatu kawasan. Tujuannya adalah untuk berbagi dengan masa yang akan datang. Keunggulan dari buku The Magic Library ini, yaitu membuat para pembacanya turut memikirkan memikirkan misteri dan teka-teki yang diangkat oleh sang penulis, terlebih bahasa yang digunakan terbilang ringan dan mudah. Hal itu karena digambarkan yang menulis merupakan seorang anak kecil. Tidak hanya itu, novel ini penuh akan makna tulis-menulis, seperti halnya surat-buku yang dimiliki oleh Nils dan Berit. Gaya penulisan dalam novel ini terbilang unik sebab penulis membagi novel ini menjadi dua bagian. Pada bagian pertama, menceritakan terkait isi dari buku-surat’ yang dikirimkan oleh Nils dan Berit secara bergantian, sementara pada bagian kedua merupakan plan mereka berdua, yakni Nils dan Berit sesudah pertemuan secara langsung dan merancang rencana untuk memecahkan teka-teki yang selama ini mengusik mereka–dengan Nils dan Berit sebagai naratornya. Melalui novel The Magic Library ini, para pembaca akan diajak memahami beragam khayalan dan imajinasi luar biasa yang anak-anak miliki dalam menyelesaikan teka-teki dan persoalan yang tengah mereka hadapi. Selain itu, pembaca pun akan memperoleh informasi mengenai literasi dan sejarah perbukuan, misalnya, sistem penyusunan berbagai buku di perpustakaan, sejarah mesin percetakan, tempat perpustakaan unik di Norwegia, cara memperkaya tulisan-tulisan fiksi, dan tentunya masih banyak lagi. Kemudian, teruntuk sebuah buku yang berisikan cerita berdasarkan perspektif anak usia 12 tahun ataupun sepantarannya, The Magic Library dapat dikatakan bukanlah suatu buku yang biasa ataupun sederhana. Hal tersebut dapat diketahui dengan membaca beberapa kalimat yang menjadi percakapan antara Berit dan Nils dalam novel ini, pembaca dapat mengetahui bahwa mereka sangat senang membaca novel dan merasa bangga dengan hobi dan kegemarannya tersebut. Selain itu, wawasan pengetahuan Berit dan Nils, terutama akan bacaan sastra, sangatlah luas. Hal tersebut banyak dibuktikan melalui percakapan mereka yang terdapat dalam novel ini. Lalu, dengan melihat gambaran dan uraian mengenai isi cerita Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken dalam novel ini, kita selaku pembaca yang peka akan problematik perbukuan dan budaya literasi, tentulah merasa sangat tertinggal. Pasalnya, di tengah hebohnya budaya menonton televisi dan bermain suatu permainan visual yang saat ini sedang menimpa usia anak-anak, malah penulis dari mancanegara yang mengemukakan dan membuat solusi mengenai tema yang terbilang sukar dijumpai di Indonesia. Tema yang dimaksud adalah kegemaran aktivitas membaca buku yang memicu anak-anak untuk mengeksplorasi lebih jauh rasa keingintahuannya menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik itu untuk diri sendiri maupun orang lain. Di samping itu, di dalam novel ini terdapat kesenangan dalam berfantasi yang Nils dan Berit cari. Perlu diketahui pula bahwa kemampuan berfantasi seorang anak akan sangat membantu kemampuannya dalam melakukan aktivitas tulis-menulis. Hal itu yang menjadi alasan bahwa seorang anak perlu dirangsang secara rutin terhadap fantasinya agar menciptakan berbagai bacaan yang membangkitkan fantasi. Seperti yang diketahui bahwa di dalam novel ini membahas mengenai sebuah perpustakaan yang mana tugas dari perpustakaan adalah pusat penyedia informasi dan referensi belajar. Membaca juga sebagai satu-satunya perantara dan cara untuk menjadi pembaca yang baik, memiliki kosakata yang mencukupi, mengembangkan dan meningkatkan gaya penulisan yang baik, memperluas penguasaan segi tata bahasa, serta cara untuk menjadi seorang pengeja yang baik pula. Hal lainnya yang tak kalah menarik, yakni novel The Magic Library ini sebenarnya menghadirkan situasi terkini mengenai dunia perbukuan dengan cara yang unik dan menarik. The Magic Library mengilustrasikan persaingan antara buku dan film dengan cukup apik. Di masa sekarang ini, barangkali sebagian pembaca cenderung memilih untuk menonton sebuah film dibandingkan membaca sebuah buku. Hal itu karena menonton film akan jauh lebih mudah apabila dibandingkan dengan membaca buku. Pemikiran itu pula yang mengakibatkan minat baca maupun literasi di berbagai kalangan, khususnya remaja menjadi menurun dan rendah. Berdasarkan hal demikian, Gaarder melalui bukunya ini mencoba untuk menyampaikan keprihatinannya akan situasi dan konsisi yang dialami saat ini dengan cara yang sangat luar biasa. Selain pemikiran Gaarder yang sangat cemerlang ini, penyampaian yang dilakukan oleh Gaarder pun sangatlah sederhana, tetapi bermakna dan mendalam. Princess of Tales Sejak kecil, Petter lebih suka menyendiri di dalam dunia yang dia ciptakan. Dia terobsesi dengan cerita-cerita, terutama dengan Panina Manina, sang Putri Sirkus yang dikarangnya sendiri. Hingga dewasa pun, imajinasinya terus merajalela. Tak heran dia dijuluki Petter “si Laba-laba” Akan tetapi, Petter membenci ketenaran dan tak mau mempublikasikan tulisannya. Dia memilih menciptakan Writers Aid, sebuah program yang didesain untuk menyediakan cerita-cerita bagi para pengarang-pengarang internasional yang mengalami kebutuhan ide. Meskipun programnya ini pada awalnya sangat sukses, Petter akhirnya terjebak dalam jaring yang ditenunnya sendiri. Hal yang Kurang dari Novel The Magic Library Bagi yang sudah membaca novel The Magic Library karya penulis Jostein Gaarder ini, barangkali akan merasakan alur yang membosankan pada saat di awal, novel ini memiliki kesan kekanak-kanakan pada bagian awal. Lalu, di bagian surat-menyurat antara Nils dan Berit terasa sedikit random. Selain itu, hadirnya karakter tokoh antagonis pun terbilang kekanak-kanakan. Apabila dilihat dari judul dan pembawaan cerita dalam novel ini yang mana terlalu imajinatif, pembaca akan menyangka bahwa The Magic Library akan lebih diperluas dan dieksploitasi lagi. Dalam novel ini juga terdapat bagian di mana tokoh utama yang sedang mengunjungi Perpustakaan Ajaib milik Bibbi Bokken, tetapi bagian itu kurang terlihat jelas atau kurang terekspos, seakan batu tumpuan melompat menuju adegan selanjutnya. Adapun tokoh Bibbi Bokken dalam novel ini seakan terlihat sebagai sosok yang misterius di bagian awal, tetapi lama kelamaan justru sosoknya semakin tidak terlalu dominan. Bahkan yang kerap kali hadir dan mendominasi ialah karakter tokoh “Smiley” yang membuat suasana semakin mencekam dan seru. Dibutuhkan ketelitian dalam menebak tokoh karakter antagonis maupun protagonis dan beberapa petunjuk dan mengacu pada permasalahan cerita di novel ini. Lalu, novel The Magic Library mempunyai alur imajinasi liar khas anak-anak yang sukar untuk ditebak, terlebih dalam menyelesaikan persoalan Bibbi Bokken dan perpustakaan ajaibnya, Seperti yang sudah dijelaskan pula bahwa novel ini terdiri atas dua bagian yang mana bagian pertamanya berisikan Buku-Surat’ antara Nils dan Berit, sementara bagian keduanya adalah ketika Nils ke Fjaerland dan berjumpa dengan Berit untuk bersama memecahkan teka-teki dan misteri perpustakaan milik Bibbi Bokken. Pada bagian ini pula digambarkan oleh dua perspektif, yaitu Berit dan Nils secara bergantian. Namun, cukup disayangkan bahwasannya pada bagian tersebut tidak adanya perbedaan font atau sesuatu yang mencolok sebagai pembeda antara bagian Nils dan Berit. Dalam hal ini, pembaca diharuskan fokus dan awas terhadap sudut pandang siapa yang sedang bercerita. Terlepas dari segala hal kekurangan ataupun kelemahan dalam buku The Magic Library, kalian tidak akan dibuat menyesal membaca novel ini sebab ada banyak hal dan pesan menakjubkan yang dapat kalian jadikan buah pembelajaran. Bagi kalian yang belum mengetahui gaya penulisan dari karya-karyanya Jostein Gaarder, alangkah baiknya sering-seringlah membaca novelnya. Tujuannya agar kalian dapat lebih menerima dan menyerap berbagai gagasan ataupun ide yang hendak disampaikan oleh Gaarder selaku penulis. Dengan kata lain, buku ini wajib dijadikan daftar bacaan yang sangat recommended dan layak untuk dibaca. Ide dan gagasan cemerlang, serta keelokkan amanat yang disuguhkan oleh Gaarder, akan menutupi alur cerita yang barangkali terkesan membosankan bagi beberapa pembaca. Seperti halnya yang sudah dibahas sebelumnya, meskipun pada bagian awal beberapa pembaca cenderung merasakan kesan biasa saja’, tetapi novel ini justru menyampaikan sesuatu yang luar biasa di bagian akhir melalui setiap kata dan kalimat yang dirangkai oleh sang penulis. Hal tersebut justru yang akan membuat pembaca tidak akan menyesal untuk membaca novel ini hingga akhir halaman. The Magic Library akan sangat bagus dan layak untuk diberikan dan dibaca oleh kalangan remaja awal agar semakin menanamkan rasa kecintaannya terhadap kegiatan literasi, dalam hal ini adalah membaca buku. Novel ini pun sangat memadai dimiliki dan dibaca oleh semua kalangan, baik itu pecinta buku maupun bukan pecinta buku sekalipun. Bisa saja setelah membaca novel ini, seseorang yang tadinya tidak gemar membaca buku, justru akan jatuh cinta pada buku. Seperti kata pepatah yang menyebutkan, Cinta datang karena terbiasa. Maka begitu pula dengan membaca buku, diperlukannya proses adaptasi di awal sehingga lambat laun akan terbiasa membaca buku. Itulah Resensi Novel The Magic Library karya Jostein Gaarder. Apabila Grameds tertarik dan ingin memperluas pengetahuan terkait bidang apapun atau ingin mencari novel dengan berbagai genre, tentu kalian bisa temukan, beli, dan baca bukunya di dan Gramedia Digital karena Gramedia senantiasa menjadi SahabatTanpaBatas bagi kalian yang ingin menimba ilmu. Penulis Tasya Talitha Nur Aurellia Sumber dari berbagai sumber Dunia Sophie Sophie, seorang pelajar sekolah menengah berusia 14 tahun. Suatu hari sepulang sekolah, dia mendapat sebuah surat misterius yang hanya berisikan satu pertanyaan, “Siapa kamu?” Belum habis keheranannya, pada hari yang sama dia mendapat surat lain yang bertanya, “Dari manakah datangnya dunia?” Seakan tersentak dari rutinitas hidup sehari-hari, surat-surat itu membuat Sophie mulai mempertanyakan soal-soal mendasar yang tak pernah dipikirkannya selama ini. Dia mulai belajar filsafat.
Kisah Unik Perpusatakaan Ajaib Judul The Magic Library Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken Penulis Jostein Gaarder & Klaus Hagerup Penerbit Mizan, Bandung Cetakan V, 2016 Edisi Ketiga Tebal 284 Halaman ISBN 9789794339244 Korespondensi atau kegiatan surat-menyurat lewat pos adalah hobi yang dilakoni oleh banyak orang. Aktivitas ini, selain untuk saling berkirim kabar, juga bermanfaat untuk mengasah kemampuan menulis dan berbahasa, sehingga kemampuan bahasa tulis seseorang secara tidak langsung terus terasah. Namun, nampaknya kegiatan berkirim surat lewat pos mulai punah seiring dengan berkembangnya dunia teknologi. Di zaman sekarang, untuk saling berkirim kabar sudah bisa dilakukan dengan instan dan superkilat lewat surat elektronik dan berbagai media sosial yang ada. Jostein Gaarder lewat novel The Magic Library mengingatkan pembaca pada tradisi korespondensi yang dulu dilakukan banyak orang. Novel ini berkisah tentang dua orang sepupu bernama Berit dan Nils yang memiliki hobi korespondensi. Melalui surat-buku yang mereka kirim secara bolak-balik lewat pos antara Oslo dan Fjaerland, mereka saling bertukar cerita tentang hobi yang berkaitan dengan literasi. Kedua remaja tersebut juga sama-sama mencintai buku. Hobi membaca membuat mereka bertualang ke beberapa toko buku dan perpustakaan demi mendapatkan berbagai informasi untuk menambah pengetahuan. Namun, ada sebuah misteri yang tiba-tiba hadir di antara Berit dan Nils, terutama berkaitan dengan buku-surat yang mereka tulis. Seorang wanita misterius bernama Bibbi Bokken mengincar buku-surat yang mereka kirim. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi Bokken menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dunia perbukuan. Tentu, Berit dan Nils berusaha menyimpan buku-surat tersebut, karena baik Berit maupun Nils sudah sepakat bahwa, tak ada seorang pun yang boleh membaca isi buku-surat tersebut kecuali mereka berdua. Karena itu, mereka tidak ingin buku-surat itu jatuh pada orang tak bertanggung jawab. Kehadiran Bibbi Bokken membuat Berit dan Nils berusaha mencari tahu tentang keberadaan wanita yang konon memiliki perpustakaan ajaib tersebut. Bahkan, Nils berani bertanya pada Pak Bruun, gurunya di sekolah. Bruun mengatakan bahwa Bibbi Bokken adalah teman kuliah istrinya. Bokken pernah kuliah Ilmu Perpustakaan dan keberadaannya sampai sekarang masih misterius. Bu Bruun bercerita bahwa sejak ujian akhir dulu, ia tak pernah bertemu lagi dengan Bibbi Bokken. Dulu, semua orang menganggap Bokken adalah orang yang aneh. Nils berhasil mengorek keterangan dari Bruun setelah ia diajak bertemu di sebuah kafe mewah. Namun, keanehan lain kembali Nils temui. Seorang laki-laki berkepala plontos yang sejak tadi berada di sampingnya tiba-tiba menawarinya sebuah video berjudul The Phantom of the Library Setan Perpustakaan. Laki-laki aneh itu ingin menukar video dengan buku-surat yang dipegangnya hlm. 72. Kejadian demi kejadian aneh yang dialami Nils kembali diceritakan pada Berit lewat buku-surat yang kembali dikirimkan. Nils meminta sepupunya untuk juga berusaha mencari tahu tentang keberadaan Bibbi Bokken yang semakin misterius hlm. 75. Selama ini, Jostein Gaarder terkenal dengan karyanya yang kerap mengangkat dunia filsafat, sebuah tema yang cukup berat. Sebut saja Dunia Sophie, yang melambungkan namanya. Namun, meskipun Dunia Sophie bertutur tentang filsafat dan seluk-beluknya, Gaarder berhasil membuat pembaca betah karena bahasanya yang ringan dan mudah dicerna. Buku setebal 284 halaman ini mengajak pembaca bertualang menelusuri misteri perpustakaan ajaib yang melibatkan dua tokoh utama yaitu Berit dan Nils. Buku yang layak dibaca oleh siapa pun yang menyukai cerita misteri, konspirasi, sejarah buku, petualangan, ataupun detektif. * * Dimuat Tribun Jateng, 01 Oktober 2017 Published by Untung Wahyudi Blogger & Penulis Freelance di Media Cetak View all posts by Untung Wahyudi
Selamat pagi dari kamar kos yang sangat nyaman. hari ini adalah jumat, jangan lupa membaca surah al-kahfi bagi muslim dan jangan lupa tersenyum ke sesama manusia kucing dan anjing di jalan juga boleh disenyumi hari ini saya akan mereview buku karya jostein gaarder, penulis aliran filsafat-fiksi yang karyanya sangat saya nikmati. perpustakaan ajaib ini adalah sebuah buku yang cocok untukk segala usia, tentang bagaimana budaya baca masa kini, juga sebuah peringatan untuk jangan sekali-kali mematikan imajinasi anak-anak mereka sangat berharga ***** Judul Buku The Magic Library Penulis Jostein Gaarder Penerbit Mizan Tahun Terbit 2007 Jumlah Halaman 284 hlmn. ***** Sekarang sedang terputar lagu romansa lama; Berjalan lebih jauh – Banda Neira. buku ini adalah sebuah buku surat di bab awalnya dua saudara sepupu, Nils dan Berit. mereka kembali dari liburan musim panas bersama di Fjaerland. saat perjalanan pulang ke oslo, Nils membeli sebuah buku surat sebagai media mereka bercerita. anehnya, seorang perempuan menawarkan diri untuk membayar buku itu. setelah itu, nils dan berit yang saling bertukar surat antara oslo dan fjaerland dihadapkan pada sebuah misteri tentang wanita yang membayari mereka buku itu, tentang guru nils di sekolah, tentang lelaki misterius yang mereka juluki smiley, tentang sebuah pondok misterius di Fjaerland, juga puisi mereka yang hilang di buku tamu penginapan tempat mereka menghabiskan liburan musim panas. dalam keriangan musim panas ini, segelas coca-cola kami nikmati, Nils dan Berit, itulah kami, menghabiskan liburan kami disni. sangat indah diatas sini, sampai kami tak ingin pergi. ****** buku ini mengajarkan beberapa istilah baru seperti bibliografi Seorang yang memiliki pengetahuan diatas rata-rata tentang buku. buku ini juga mengajarkan saya kosa kata baru, yakni incunabula buku tua yang ditulis sebelum abad 15, atau lebih lama lagi banyak yang saya pelajari dari buku ini, tapi satu hal yang paling penting; imajinasi dan rasa penasaran anak-anak adalah yang termahal di dunia ini, hal-hal berharga yang perlahan hilang seiring kita tumbuh dewasa. secara keseluruhan, buku ini adalah bacaan yang menarik peseperti karya-karya jostein sebelum ini, namun saya kurang merasakan kehadirannya dalam kata-kata yang penuh filsafat. sekali lagi, semua buku bagus jostein berusaha menghidupkan karakter nils dan berit, juga bibbi bokken, smiley, dan beberapa karakter lain, juga surat-menyurat yang menjadi ciri khas di tiap bukunya. ****** imajinasi nils dan berit begitu liar, dua sepupu yang tinggal di kota ini mulai memikirkan beberapa teori konspirasi yang sedang berlangsung di hidp mereka berdua. karena seorang wanita misterius bibbi bokken yang mengincar buku surat mereka, nils dan berit mulai berimajinasi beberapa teori seperti bibbi bokken yang berkomplot dengan beberapa orang dengan suatu rencana misterius yang berhubungan dengan teori konspirasi dunia perbukuan dan rahasia perpustakaan ajaib. imajinasi, keberanian, dan rasa penasaran keduanya menemani kita dari awal smapai akhir buku, dengan penyingkapan teori yang akan kubiarkan kalian tahu sendiri silahkan dibaca ****** satu gagasan yang hebat di buku ini adalah tentang incunabula masa depan. buku yang akan menjadi incunabula selanjutnya buku yang mungkin belum ditulis sekarang, buku yang akan tumbuh dari beberapa karakter alfabet dan menjadi sebuah bacaan yang menandakan perkembangan suatu zaman. saya sangat suka dengan gagasan buku masa depan jauh lebih berharga dari buku-buku yang berusia 500-1000 tahun yang lalu, namun tentu saja kita tidak akan semaju ini tanpa buku-buku kuno itu, dan kita tidak akan melihat masa depan tanpa buku-buku sekarang, juga penulis-penulis yang sedang/akan lahir dari bacaan-bacaan yang memberi makan pada pikiran-pikiran manusia. buku ini memberi kita inspirasi bahwa setiap orang bisa menulis dan tentu kalian harus memulainya dengan membaca. salam hangat dari mahasiswa semester akhir, selamat membaca al-kahfi dihari jumat, dan selamat menyelesaikan buku-buku yang telah dimulai, selamat berbahagia hari ini 🙂
review buku the magic library