Volumetotal = 8 liter. Harga konstanta kesetimbangan reaksi tersebut adalah. Di bejana tertutup yang volumenya 1 liter, dipanaskan 0,1 mol gas nh3 hingga terurai membentuk reaksi setimbang: Di dalam sebuah bejana tertutup terdapat gas yang mempunyai tekanan 2. Dalam keadaan setimbang terdapat 2 mol n2, 4 mol h2, dan 8 mol nh3. Kedalam sebuah bejana yang berisi α gram air 30°C dimasukkan b gram es -2°C.setelah isi bejana diaduk ,ternyata semua es melebur.Apabila massa bejana diabaikan,kalor jenis es0,5 kal /g°C dan kalor lebur es 80 kal/g,maka besarnya perbandingan antara α dan b adalah a. 27 : 10 b. 8 : 3 c. 10 : 27 Bejana10 Liter yidbgo 3871lr di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. Dalambejana yang volumenya 10 liter, terdapat kesetimbangan 2C(s)+O2(g)<->2CO(g). Pads keadaan setimbang terdapat 0,5 mol C; 0,25 mol O2; Dan 0,5 mol CO. Nilai kesetimbangan reaksi tersebut adalah. Question from @CaHyejin - Sekolah Menengah Atas - Kimia Bila0.40 mol CO dan 0.30 mol H 2 bereaksi dalam bejana 1 L dan mencapai kesetimbangan ternyata volume = 10 liter. Mol zat awal SO 3 = 0,6 mol. α = 50 %. mol zat terurai = α x mol SO 3 awal = 50 % x 0,6. Jawaban : B. 37. Dalam ruang tertutup yang volumenya 10 liter pada suhu dan tekanan tertentu 0,1 mol gas N 2 O 4 terdisosiasi dengan MekanikaFluida. Tiga jenis zat cair yang tidak dapat bercampur dituangkan ke dalam sebuah bejana berbentuk silinder. Volume dan massa jenis masing-masing cairan adalah 0,50 L, 26 g/cm^3; 0,25 L, 1,0 g/cm^3; dan 0,40 L, 0,80 g/cm^3. Berapa tekanan yang dikerjakan oleh zat cair tersebut jika luas alas silinder 50 cm^2? Hukum Pascal. Fluida Statik. D2tQKs. PertanyaanDi dalam sebuah bejana terdapat 10 L air dan 5 L alkohol. Luas alas bejana 100 cm 2 . Berapa besar tekanan hidrostatis pada dasar bejana jika massa jenis alkohol 0,8 g/cm 3 ?Di dalam sebuah bejana terdapat 10 L air dan 5 L alkohol. Luas alas bejana 100 cm2. Berapa besar tekanan hidrostatis pada dasar bejana jika massa jenis alkohol 0,8 g/cm3? EME. MarchelineMaster TeacherMahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma YogyakartaPembahasanJawaban yang benar untuk pertanyaan tersebut adalah 1 , 4 × 1 0 4 Pa. Diketahui V ai r ​ = 10 L = 1 0 − 2 m 3 V a l k o h o l ​ = 5 L = 5 × 1 0 − 3 m 3 A = 100 cm 2 = 1 0 − 2 m 2 ρ ai r ​ = 1 cm 3 g ​ = m 3 kg ​ ρ a l k o h o l ​ = 0 , 8 cm 3 g ​ = 800 m 3 kg ​ g = 10 s 2 m ​ Ditanya P H Jawab Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang diakibatkan oleh gaya yang ada pada zat cair terhadap suatu luas bidang tekan, pada kedalaman tertentu. Dengan menggunakan rumus tekanan hidrostatis, maka P H ​ ​ = = = = = = = = ​ P ai r ​ + P a l k o h o l ​ ρ ai r ​ â‹… g â‹… h ai r ​ + ρ a l k o h o l ​ â‹… g â‹… h a l k o h o l ​ â‹… 10 â‹… A V ai r ​ ​ + 800 â‹… 10 â‹… A V a l k o h o l ​ ​ 1 0 4 â‹… 1 0 − 2 1 0 − 2 ​ + 8 × 1 0 3 â‹… 1 0 − 2 5 × 1 0 − 3 ​ 1 0 4 + 8 × 1 0 3 × 0 , 5 1 0 4 + 4 × 1 0 3 1 0 4 + 0 , 4 × 1 0 4 1 , 4 × 1 0 4 Pa ​ Jawaban yang benar untuk pertanyaan tersebut adalah 1 , 4 × 1 0 4 yang benar untuk pertanyaan tersebut adalah Pa. Diketahui Ditanya PH Jawab Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang diakibatkan oleh gaya yang ada pada zat cair terhadap suatu luas bidang tekan, pada kedalaman tertentu. Dengan menggunakan rumus tekanan hidrostatis, maka Jawaban yang benar untuk pertanyaan tersebut adalah Pa. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!1rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal! HomeProduk LainnyaAtur jumlah dan catatanjumlahStok Total Sisa 10 BEJANA UKUR 10 LITERKondisi BaruMin. Pemesanan 1 BuahEtalase Perlengkapan SPBUBEJANA UKUR 10 LITERBejana Ukur Adalah wadah untuk mengetahui kurang-lebihnya takaran cairan bbm yang keluar dari nozzle mesin pompa dalam hitungan milli liter. Menghitung benda cair atau liquid khususnya bbm, berbeda bila menghitung kelebihan maupun kekurangan dari benda padat. Alat ini biasanya digunakan di SPBU, biasa alat ini di gunakan per enam bulan / ½ tahun Sekali , guna untuk mengetetahui ke accuracy an pada penjualan bbm , agar tidak ada yang di rugikan baik Konsumen atau Penjual. Bejana ukur ini terbuat dari bahan stainless steel yang anti karat dengan akurasi kalibrasi standard badan Meteorologi dilengkapi dengan tatakan dan Paket 1. Bejana Ukur 10 Liter2. WaterpassCara Penggunaan Bejana Ukur Terlebih dahulu Tatakan atau dudukan Bejana Ukur diseimbangkan dengan menggunakan Waterpass. Seperti yang terlihat pada Gambar di dudukkan Bejana Ukur di atasnya. Kemudian mulailah mengset atau tekan nominal angka yang cairan BBM ke dalam Bejana Ukur dengan kecepatan lambat, sedang ataupun cepat. Upayakan saat anda mengisi Bejana Ukur, percikan cairan BBM tidak keluar dari Bejana, guna mendapatkan keakuratan pengkalibrasian masalah dengan produk ini?ULASAN PEMBELI Fluida Kelas 11 SMAFluida StatikHukum PascalTiga jenis zat cair yang tidak dapat bercampur dituangkan ke dalam sebuah bejana berbentuk silinder. Volume dan massa jenis masing-masing cairan adalah 0,50 L, 26 g/cm^3; 0,25 L, 1,0 g/cm^3; dan 0,40 L, 0,80 g/cm^3. Berapa tekanan yang dikerjakan oleh zat cair tersebut jika luas alas silinder 50 cm^2?Hukum PascalFluida StatikMekanika FluidaFisikaRekomendasi video solusi lainnya0215Sebuah mobil hendak diangkat dengan menggunakan dongkrak ...0151Sebuah kolam renang mempunyai kedalaman 5 m dan luas pe...0307Seperti gambar berikut, luas penampang tabung G sebesar 2...Teks videoDisalin tanyakan besar tekanan yang dikerjakan oleh zat cair dimana diketahui Terdapat tiga jenis zat cair yang tidak dapat kan ke dalam sebuah bejana berbentuk silinder volume zat cair pertama sebesar 0,50 liter dapat kita Tuliskan dengan V1 = 0,5 liter kita ubah satuan yang menjadi meter kubik sehingga diperoleh p 1 = 5 kali 10 pangkat min 4 M3 selanjutnya massa jenis zat cair pertama sebesar 26 gram per cm3. Tuliskan dengan 1 = 26 gram per cm3 ubah 1 menjadi kg per meter kubik sehingga didapat 1 = 26 kali 10 pangkat 3 kg per M3 selanjutnya volume zat cair kedua 0,25 liter kita tulis dengan V2 = 0,25 liter ubah juga satuannya menjadi meter kubik sehingga diperoleh V2 = 5 dikali 10 pangkat min 5 m3 cair kedua diketahui massa jenisnya sebesar 1,0 gram per cm3 dengan Pro 2 = 1,0 gram per cm3 ubah juga satuannya menjadi kg per meter kubik sehingga diperoleh 2 = kg per M3 selanjutnya diketahui volume zat cair ketiga yaitu 0,4 liter dengan phi 3 = 0,40 kita ubah satuannya menjadi meter kubik sehingga Fi 3 = 4 kali 10 pangkat min 4 M3 selanjutnya massa jenis zat cair ketiga sebesar 0,8 per cm3 dapat kita Tuliskan dengan Pro 3 = 0,80 gram per cm3 lalu kita ubah satuannya menjadi kg per M3 diperoleh ro3 = 800 kg per M3 selanjutnya diketahui juga luas alas silinder 50 cm2 dapat kita tulis dengan a = 50 cm2 lalu kita ubah satuan yang menjadi M2 sehingga diperoleh a = 5 kali 10 pangkat min 3 M2 untuk menyelesaikan hal ini kita membutuhkan percepatan gravitasi di mana nilai percepatan gravitasi yaitu 10 meter per sekon kuadrat dapat kita tulis dengan G = 10 meter per sekon kuadrat X yang ditanyakan adalah tekanan yang dikerjakan oleh zat cair B lambangkan dengan P kita menggunakan rumus Tekanan hidrostatis Dimana pada tekanan hidrostatis kita membutuhkan kedalaman dari masing-masing zat cair sehingga pertama-tama kita harus mencari kedalaman dari zat cair ke-1 ke-2 dan ke-3 dengan persamaan H = v. A pertama kita mencari kedalaman zat cair ke-1 dapat kita tulis dengan H1 = 1 per a masukkan nilai Nya sehingga diperoleh 1 = V1 nya sebesar 5 kali 10 pangkat min 4 hanya sebesar 5 kali 10 pangkat min 3 sehingga diperoleh kedalaman zat cair pertama atau H 1 = 0,1 m. Selanjutnya kita mencari kedalaman zat cair kedua dengan persamaan H 2 = 2 per a masukkan nilai yang diperoleh H2 = 25 kali 10 pangkat min 5 per 5 kali 10 pangkat min 3 sehingga diperoleh H2 = 5 kali 10 pangkat min 2 selanjutnya kita mencari kedalaman zat cair ketiga dengan persamaan H 3 = 3 per a dimasukkan nilainya sehingga H3 = 4 kali 10 pangkat min 4 per 5 kali 10 pangkat min 3 dan diperoleh kedalaman zat cair ketiga yaitu sebesar 8 kali 10 pangkat min 2 M ketiga jenis zat cair telah kita peroleh kedalamannya selanjutnya kita dapat mencari tekanan yang dikerjakan oleh ketiga jenis zat cair tersebut dengan persamaan Tekanan hidrostatis dimana p = m * g * h karena Terdapat tiga jenis zat cair maka persamaannya menjadi p = 1 * G * H 1 + 2 dikali H2 + 3 * g * h 3 dimana P adalah tekanan yang ditanyakan adalah massa jenis G adalah percepatan gravitasi dan adalah kedalaman masing-masing zat cair karena semua besaran telah memiliki nilai langkah selanjutnya kita masukkan ke dalam persamaan sehingga P = 26 * 10 ^ 3 * 10 * 0,1 + 10 pangkat 3 kali 10 kali 5 kali 10 pangkat min 2 + 8 pangkat 2 dikali 10 dikali dengan 8 kali 10 pangkat min 2 sehingga diperoleh P = 26000 + 500 + 643 didapatkan P = 27140 Pascal maka besar tekanan yang dikerjakan oleh ketiga jenis zat cair tersebut sebesar 27140 Pascal sampai jumpa di soal selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Teks video Halo Ko Friends disini terdapat soal sebagai berikut ke dalam bejana volume 10 liter pada suhu tertentu dicampur 0,4 Mol gas no 0,ii mol gas cl2 dan 0,4 mili gas nocl setelah terjadi reaksi ii No + cl2 menghasilkan 20 CL dalam keadaan setimbang terdapat 0,4 Mol gas no2 harga kacanya adalah pertama-tamanya diketahui dalam soalnya itu Moreno = 0,iv Mol Mol cl2 = 0,2 mol kemudian main HCL dalam keadaan setimbang yaitu 0,4 mol kemudian yang ditanya yaitu nilai kacanya dalam keadaan setimbang maka menjawab soal tersebut apabila jika terdapat reaksi kesetimbangan yaitu a ditambah B menghasilkan AB maka rumus kacanya yaKonsentrasi dari Abdi Patan koefisien dibagi dari konsentrasi a dipangkatkan dengan koefisiennya dikalikan dengan konsentrasi B di pengaturan koefisiennya sehingga apa biar di soal terdapat rangkaian reaksi yaitu 2 No + cl2 menghasilkan ii nocl maka rumus kacanya menjadi sama dengan konsentrasi dari nocl dipangkatkan dengan dua yaitu dari koefisien nocl nya kemudian dibagi dengan konsentrasi dari no dipangkatkan dengan koefisien nya yaitu 2 dikalikan dengan konsentrasi CL 2 dipangkatkan 1 karena kehabisan S1 kemudian pasien terlibat dalam rumus tetapan kesetimbangan KC yaitu hanya Bagas dan basa larutan yaitu a. Q, kemudian kita hitung konsentrasi dari masing-masing senyawa untuk menghitung konsentrasi nya dapat digunakan rumus =Mall dibagi dengan volumenya sehingga untuk zat five CL = 0,4 mol dibagikan dengan 10 liter sehingga = 0,four molar Kemudian untuk konsentrasi dari n o = 0,40 dibagi x l = 0,iv molar untuk senyawa cl2 = 0,20 dibagi ten = 0,02 molar kemudian kita masukkan hasil dari konsentrasi masing-masing senyawa ke dalam rumus sehingga =0,04 dipangkatkan two dibagi 0,04 dipangkatkan ii dikalikan dengan 0,02 = ane dibagi 0,02 = 50 sehingga harga KC dari rangkaian kesetimbangan reaksi tersebut yaitu D 50 Terima kasih Sampai bertemu kembali di soal berikutnya Sukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk! 12 SMA Peluang Wajib Kekongruen dan Kesebangunan Statistika Inferensia Dimensi Tiga Statistika Wajib Limit Fungsi Trigonometri Turunan Fungsi Trigonometri 11 SMA Barisan Limit Fungsi Turunan Integral Persamaan Lingkaran dan Irisan Dua Lingkaran Integral Tentu Integral Parsial Induksi Matematika Program Linear Matriks Transformasi Fungsi Trigonometri Persamaan Trigonometri Irisan Kerucut Polinomial 10 SMA Fungsi Trigonometri Skalar dan vektor serta operasi aljabar vektor Logika Matematika Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Wajib Pertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu Variabel Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel Grafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma ix SMP Transformasi Geometri Kesebangunan dan Kongruensi Bangun Ruang Sisi Lengkung Bilangan Berpangkat Dan Bentuk Akar Persamaan Kuadrat Fungsi Kuadrat eight SMP Teorema Phytagoras Lingkaran Garis Singgung Lingkaran Bangun Ruang Sisi Datar Peluang Pola Bilangan Dan Barisan Bilangan Koordinat Cartesius Relasi Dan Fungsi Persamaan Garis Lurus Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv 7 SMP Perbandingan Aritmetika Sosial Aplikasi Aljabar Sudut dan Garis Sejajar Segi Empat Segitiga Statistika Bilangan Bulat Dan Pecahan Himpunan Operasi Dan Faktorisasi Bentuk Aljabar Persamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel vi SD Bangun Ruang Statistika 6 Sistem Koordinat Bilangan Bulat Lingkaran 5 SD Bangun Ruang Pengumpulan dan Penyajian Information Operasi Bilangan Pecahan Kecepatan Dan Debit Skala Perpangkatan Dan Akar 4 SD Aproksimasi / Pembulatan Bangun Datar Statistika Pengukuran Sudut Bilangan Romawi Pecahan KPK Dan FPB 12 SMA Teori Relativitas Khusus Konsep dan Fenomena Kuantum Teknologi Digital Inti Atom Sumber-Sumber Energi Rangkaian Arus Searah Listrik Statis Elektrostatika Medan Magnet Induksi Elektromagnetik Rangkaian Arus Bolak Balik Radiasi Elektromagnetik eleven SMA Hukum Termodinamika Ciri-Ciri Gelombang Mekanik Gelombang Berjalan dan Gelombang Stasioner Gelombang Bunyi Gelombang Cahaya Alat-Alat Optik Gejala Pemanasan Global Alternatif Solusi Keseimbangan Dan Dinamika Rotasi Elastisitas Dan Hukum Hooke Fluida Statik Fluida Dinamik Suhu, Kalor Dan Perpindahan Kalor Teori Kinetik Gas ten SMA Hukum Newton Hukum Newton Tentang Gravitasi Usaha Kerja Dan Energi Momentum dan Impuls Getaran Harmonis Hakikat Fisika Dan Prosedur Ilmiah Pengukuran Vektor Gerak Lurus Gerak Parabola Gerak Melingkar ix SMP Kelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi Produk Teknologi Sifat Bahan Kelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan 8 SMP Tekanan Cahaya Getaran dan Gelombang Gerak Dan Gaya Pesawat Sederhana vii SMP Tata Surya Objek Ilmu Pengetahuan Alam Dan Pengamatannya Zat Dan Karakteristiknya Suhu Dan Kalor Energi Fisika Geografi 12 SMA Struktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan Senyawa Benzena dan Turunannya Struktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan Makromolekul Sifat Koligatif Larutan Reaksi Redoks Dan Sel Elektrokimia Kimia Unsur 11 SMA Asam dan Basa Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam Larutan Penyangga Titrasi Kesetimbangan Larutan Ksp Sistem Koloid Kimia Terapan Senyawa Hidrokarbon Minyak Bumi Termokimia Laju Reaksi Kesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan 10 SMA Larutan Elektrolit dan Larutan Non-Elektrolit Reaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama Senyawa Hukum-Hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri Metode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan Dan Keamanan Kimia Di Laboratorium, Serta Peran Kimia Dalam Kehidupan Struktur Cantlet Dan Tabel Periodik Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul Source Unduh PDF Unduh PDF Liter adalah satuan ukur yang digunakan untuk menghitung volume atau kapasitas.[1] Liter merupakan ukuran umum, sering digunakan untuk mengukur volume minuman atau benda cair lain, seperti botol soda 2 liter. Kadang-kadang Anda perlu menghitung volume sebuah benda dalam satuan liter, setelah diketahui dimensi benda tersebut. Anda juga terkadang harus mengubah volume benda yang telah diketahui dalam satuan lain, seperti mililiter atau galon. Dalam semua contoh ini, melalui perkalian dan pembagian sederhana, Anda bisa menemukan volume dalam liter dengan mudah. 1 Ubah dimensi ke sentimeter. Jika dimensi diketahui dalam meter, inci, kaki, atau satuan ukur lain, ubahlah masing-masing dimensi ke sentimeter cm sebelum menghitung volume. Ini akan memudahkan Anda mengubahnya menjadi liter. Perhatikan konversi berikut 1 meter = 100 sentimeter.[2] Jadi, jika panjang sebuah kubus 2,5 meter, diubah menjadi 250 sentimeter, karena . 1 inci = 2,54 sentimeter.[3] Jadi, jika panjang sebuah kubus 5 inci, diubah menjadi 12,7 sentimeter, karena . 1 kaki = 30,48 sentimeter.[4] Jadi, jika panjang sebuah kubus 3 kaki, diubah menjadi 91,44 sentimeter, karena . 2 Hitung volume bentuk. Cara Anda menghitung volume akan bergantung pada bentuk benda 3 dimensi yang Anda ukur, karena rumus volume untuk masing-masing bentuk itu berbeda. Untuk menemukan volume kubus, gunakan rumus .[5] Volume benda tiga dimensi menggunakan satuan kubik, seperti sentimeter kubik . 3 Ubah sentimeter kubik menjadi liter. Untuk melakukannya, gunakan rumus konversi . Membagi volume bentuk dalam sentimeter kubik dengan akan menghasilkan volume dalam liter L.[6] Misalnya, jika volume tangki ikan, dalam sentimeter kubik, adalah untuk menemukan volume dalam liter, hitunglah . Jadi, tangki ikan yang panjangnya 40,64 cm, lebarnya 25,4 cm, dan tinggi 20,32 cm memiliki volume 20,975 L. Iklan 1 Ubah mililiter menjadi liter. 1 liter L sama dengan mililiter mL. Jadi, untuk mengubah mililiter menjadi liter, bagilah angka dalam mililiter dengan Misalnya, jika volume satu kotak susu almon adalah mL, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . 2 Ubah sentiliter menjadi liter. 1 liter L sama dengan 100 sentiliter cL. Jadi, untuk mengubah sentiliter menjadi liter, bagilah angka dalam sentiliter dengan 100.[8] Misalnya, jika volume satu kotak susu almon adalah 189 cL, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . 3 Ubah desiliter menjadi liter. 1 liter L sama dengan 10 desiliter dL. Jadi, untuk mengubah desiliter menjadi liter, bagilah angka dalam desiliter dengan 10.[9] Misalnya, jika volume satu kotak susu almon adalah 18,9 dL, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . 4 Ubah kiloliter menjadi liter. 1 kiloliter kl sama dengan liter. Jadi, untuk mengubah kiloliter menjadi liter, kalikan angka dalam kiloliter dengan Misalnya, jika volume sebuah kolam anak-anak adalah 240 kL, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . 5 Ubah hektoliter menjadi liter. 1 hektoliter hl sama dengan 100 liter. Jadi, untuk mengubah hektoliter menjadi liter, kalikan angka dalam hektoliter dengan 100.[11] Misalnya, jika volume sebuah kolam anak-anak adalah hL, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . 6 Ubah dekaliter menjadi liter. 1 dekaliter dal sama dengan 10 liter. Jadi, untuk mengubah dekaliter menjadi liter, kalikan angka dalam dekaliter dengan 10.[12] Misalnya, jika volume sebuah kolam anak-anak adalah dal, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . Iklan 1 Ubah fluid ounce menjadi liter. 1 liter sama dengan 33,81 fluid ounce fl oz. Jadi, untuk mengubah fluid ounce menjadi liter, bagilah angka dalam fluid ounce dengan 33,81.[13] Misalnya, jika volume satu kotak susu almon adalah 128 fl oz, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . 2 Ubah pint menjadi liter. 1 liter sama dengan 2,113 fluid pint fl pt. Jadi, untuk mengubah fluid pint menjadi liter, bagilah angka dalam fluid pint dengan 2,113.[14] Misalnya, jika sebuah teko memiliki kapasitas 8 fl pt, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . 3 Ubah quart menjadi liter. 1 liter sama dengan 1,057 quart qt. Jadi, untuk mengubah quart menjadi liter, bagilah angka dalam quart dengan 1,057.[15] Misalnya, jika sebuah teko memiliki kapasitas 4 quart, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . 4 Ubah galon menjadi liter. 1 galon gal sama dengan 3,7854 liter. Jadi, untuk mengubah galon menjadi liter, kalikan angka dalam galon dengan 3,7854.[16] Misalnya, jika satu tangki ikan memiliki volume 120 galon, untuk mengubahnya menjadi liter, cara menghitungnya adalah . Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

ke dalam bejana volume 10 liter