Yang hadirnya untuk memberi Mengalirkan beribu kasih murni Kepada aku yang tak tahu diri. Ibu, maafkanlah kesalahanku Atas kekecewaan yang aku balut Telah goreskan perih di kalbu Yang buat tawamu tersendu. Ibu, waktu terus berputar Aku berjanji akan senantiasa Memberimu senyuman bahagia Sebisa mungkin membuatmu bangga. 12. Kisah Malaikat. Karya Bahkan beberapa tahun terakhir sudah banyak puisi-puisi ciptaan masyarakat Indonesia yang ditujukan untuk merayakan Hari Kartini di setiap tanggal 21 April. Nah, mengutip buku ' Puisi untuk Ibu Kartini: Puisi Pilihan Event 2nd Anniversary' karya Clarissa, dkk di tahun 2018, berikut kumparanWOMAN telah merangkumnya untuk kamu. Malaikat yang indah tak bersayap. Ibu… Kini kau telah menua dan rapuh Namun sekalipun tak pernah mengeluh Inginku kau tetap bersamaku selalu Bersama kasih dan petuah bijakmu. 7. Puisi: Untuk Ibu dari Seorang Ibu. Karya: diedit.com Ibu… Sedari kecil aku membuat susah Sedari kecil aku bikin gelisah Membelitmu dengan rasa resah Hingga sering 14. "Ibu, pelukan dan belaian tanganmu akan selalu kurindukan, walau kita berada di dunia yang berbeda." 15. "Ayah, semenjak kepergianmu, rasanya hidup begitu rumit. Aku sangat ingin menceritakannya padamu." 16. "Ayah ibu, kepergianmu membuat diriku mengerti bahwa rindu yang paling menyakitkan ialah kepada orang yang telah tiada." 17. Sinekdoke: Gaya bahasa yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya. Majas ini dibagi menjadi 2 yaitu Pars Pro Toto (merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan sebagian untuk menyatakan keseluruhan). Contoh : Batu akik telah menjadi barang favourite di kalangan para pria bahkan wanita. 4. Materi: Peribahasa Sedangkan untuk ibu. Kau telah membantu memperbaiki hatiku yang goyah, Dan membantu ikatan di antara kita menjadi lebih kuat. Dinding bata yang telah kubangun begitu tinggi Akhirnya runtuh. Kau telah meninggalkan jejak kaki di hatiku, yang tidak akan pernah pudar. Kenangan yang kita bagikan sangat berharga. SsiJpK.

puisi untuk ibu yang telah tiada